Dalam menyikapi perkataan Ulama yang tidak sesuai dengan pengetahuan yang kita tidak ketahui. Janganlah langsung kita sikapi dengan cacian , hujatan, dan langsung kita mengingkarinya. Namun semestinya kita sebagai seorang Muslim bertanya lebih lanjut ke guru kita, atau mencari dalilnya, atau juga lebih baik diam, karena belum tentu ucapan atau perkataan Ulama itu yang keliru melainkan kita lah yang memang bodoh dalam ilmu agama,
Sebagaimana diterangkan dalam Kitab Umdatussalik :
إذا سمعت كلمات من أهل التصوف والكمال ظاهرها ليس موافقا لشريعة الهدى من
الضلال توفق فيها واسأل من الله العليم أن يعلمك مالم تعلم ولا تمل إلى
الإنكار الموجب للنكال, لأن بعض كلماتهم مرموزة لاتفهم, وهي فى الحقيقة
مطابقة لبطن من بطون القرأن الكريم وحديث النبي الرحيم. فهذا الطريق
هوالأسلم القويم, والصراط المستقيم. .
"Apabila engkau mendengark beberapa ucapan dari ahli Tashawuf dan ahli Kamal yang mana secara zahir tidak sesuai dengan syariat nabi yang menyatakan petunjuk dari segala kesesatan, maka bertawaquflah (berdiam/jangan berkomentar) sengkau padanya dan bermohonlah (berserahlah) kepada Allah yang maha mengetahui agar engkau diberi akan ilmu yang engkau belum mengetahuinya. Janganlah engkau cenderung mengingkarinya yang mengakibatkan memberi kesimpulan yang buruk. karena sebagian dari pada kalimat atau perkataan mereka itu adalah isyarat yang tidak mudah dipahami. Padahal hakikat-isinya itu sesuai dengan batinya dari pada isi Alquran, dan Hadist Nabi yang Penyayang. Maka jalan ini lebih selamat dan sejahtera, dan jalan yang lurus."
Jadi diam dan mencari dalilinya itu lebih baik dari pada kita langsung menghujat atau berkomentar yang mana dengan perbuatan itu malah menambah kekacauan dan perpecahan diantara sesama Muslim.
No comments
Post a Comment